Minggu, 13 Desember 2015

DEMOKRASI INDONESIA

A.    LATAR BELAKANG
Dalam suatu negara, demokrasi menjadi hal yang penting. Menjadi penting karena demokrasi sendiri sebagai tolak ukur apakah masyarakat dalam suatu negara tersebut ambil bagian dari sebuah keputusan atau tidak. Demokrasi adalah sistem yang berasal dari, oleh, dan untuk rakyat. Secara etimologis, Istilah demokrasi berasal dari bahasa Yunani “demosyang berarti rakyat dan “kratos/kratein” yang berarti kekuasaan. Konsep dasar demokrasi berarti “rakyat berkuasa” (government by the people). Dalam negara demokrasi, rakyat menjadi pusat yang menentukan jalannya pemerintahan. Dimana rakyat diberikan kebebasan berpendapat melalui parlemen yang menjadi wadah aspirasi rakyat. Demokrasi mepunyai dua jenis yaitu Demokrasi Langsung dan Demokrasi Tidak Langsung. Berbicara mengenai demokrasi, Indonesia sendiri juga menerapkan sistem demokrasi. Ada demokrasi parlementer, pancasil, dan lain sebagainya. Disini penulis akan membahas secara singkat bagimana penerapan demokrasi yang pernah diterapkan di Indonesia setelah kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sampai sekarang. Sampai Indonesia pernah mengalami krisis politik akibat pelanggaran demokrasi yang tidak diterapkan sesuai dengan apa yang seharusnya, sampai lahirnya reformasi yang mengguncang seluruh pelosok negeri ini.
B.     PEMBAHASAN

1.      Kehidupan Demokrasi di Indonesia dari Masa Kemerdekaan Sampai Sekarang
Kehidupan demokrasi di Indonesia dari masa ke masa mengalami jatuh bangun dimana Indonesia pernah mengalami keterpurukan setelah merdeka. Berikut adalah demokrasi yang pernah diterapkan di Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1995, yaitu :
1)   Demokrasi Parlementer (Liberal)
Demokrasi ini berlangsung tahun 1945 sampai dengan tahun 1959. Pada demokrasi ini kehidupan politik dan pemerintahan tidk stabil sehingga program suatu kabinet tidak dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan. Salah satu faktor yang menyebabkan adanya ketidakstabilan tersebut adalah sering bergantinya kabinet yang memiliki tugas sebagai pelaksana pemerintahan. Misalnya, selama tahun 1945-1949 dikenal bebrapa kabinet antara lain Kabinet Syahrir I, Kabinet Syahrir II, dan Kabinet Amir Syarifudin. Sementara itu, tahun 1950-1959, umur kabinet kurang lebih hanya satu tahun an terjadi tujuh kali pergantian kabinet, yaitu Kabinet Natsir, Kabinet Sukimin, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali Sastroamidjojo I, Kabinet Burhanuddin Harahap, Kabinet Ali Sastroamidjojo II, dan yang terakhir Kabinet Djuanda. Namun prakteknya, demokrasi saat ini dinilai gagal karena :
a.         Dominannya partai politik
b.        Landasan sosial ekonomi yang masih lemah
c.         Tidak mempunyai konstituante bersidang untuk mengganti UUDS 1950
Atas dasar kegagalan itu, maka Presiden mengeluarkan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 yang berbunyi :
a.       Bubarkan konstituante
b.      Kembali ke UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1945
c.       Pembentukan MPRS dan DPAS

2)   Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
Demokrasi ini adalah demokrasi yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, menurut Soekarno. Pada definisi yang dituturkan oleh Bapak Presiden pertama Indonesia ini terlihat sangat demokratis, tetapi justru yang terjadi adalah sebaliknya. Pada masa ini terlihat mengarah kepada otoriter yang memusatkan kekuasaannya pada Presiden saja yang ditandai dengan pembentukan kepemimpinan yang inkonstitusional dengan keluarnya TAP MPR No. III/MPR/1963 tentang pengangkatan Ir. Soekarno sebagai presiden seumur hidup dan membatalkan masa jabatan Presiden 5 tahun dalam UUD 1945. Sementara bagi pers yang menyimpang dari “rel revolusi” ditiadakan dan dibredel. Dan pada demokrasi ini, kebijakan negara sudah memihak pada RRC (blok timur) dimana terlihat penyimpangan karena Indonesia bersifat bebas-aktif yang tidak memihak salah satu blok yaitu blok barat maupun blok timur. Karena itulah terjadi insiden G 30 S PKI yang menjadi tanda berakhirya masa pemerintahan orde lama.
3)   Demokrasi Pancasila (Orde Baru)
Demokrasi ini terjadi pada tahun 1965-1998 yang merupakan demokrasi konstitusional yang menonjolkan sistem presidensial. Pelaksanaan demokrasi orde baru ini ditandai dengan keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966, yang bertekad akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Pada demokrasi ini berhasil menyelenggarakan pemilu pada tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997. Dan selama 6 kali berturut- turutlah Presiden Soeharto selalu unggul dalam pemilu. Mulai dari sinilah KKN merajalela hingga saat ini. Dan jatuhnya Orde Baru dikarenakan hancurnya ekoomi nasional (krisis ekonomi), krisis politik, TNI yang tidak mau menjadi alat kekuasaan Orde Baru, dan adanya gelombang demonstrasi yang menuntut Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai Presiden.

4)   Masa Reformasi (1998- Sekarang)
Pada masa ini banyak yang menginginkan tegaknya demokrasi di Indonesia sebagai koreksi terhadap praktik politik yang terjadi sebelumnya. Berakhirnya masa Orde Baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Soeharto ke wakilnya saat itu BJ Habibie pada tanggal 21 Mei 1998. Kebijakan reformasi ini berpuncak dengan di amandemennya UUD 1945 (bagian Batang tubuhnya) karena dianggap sebagai sumber utama kegagalan tataan kehidupan kenegaraan di era Orde Baru. Dalam masa pemerintahan Habibie inilah muncul beberapa indikator kedemokrasian di Indonesia. Pertama, diberikannya ruang kebebasan pers sebagai ruang publik untuk berpartisipasi dalam kebangsaan dan kenegaraan. Kedua, diberlakunya system multi partai dalam pemilu tahun 1999.
Demokrasi yang diterapkan Negara kita pada masa reformasi ini adalah demokrasi Pancasila, tentu saja dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi perlementer tahun 1950-1959. Pertama, Pemilu yang dilaksanakan (1999-2004) jauh lebih demokratis dari yang sebelumnya. Kedua, ritasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa. Ketiga, pola rekruitmen politik untuk pengisian jabatan politik dilakukan secara terbuka. Keempat, sebagian besar hak dasar bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat.
1.      Sistem Demokrasi Setelah Tumbangnya Orde Baru
Setelah tumbangnya Orde Baru, Indonesia berganti sstem pemerintahan yang dikenal dengan masa reformasi. Pengalaman dari masa Orde Baru yaitu jika kita melakukan pelanggaran terhadap demokrasi akan terjadi kehancuran bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu Indonesia pada masa itu sepakat untuk untuk sekali lagi melakukan demokratisasi, yaitu sebuah proses pendemokrasian sistem politik di Indonesia sehingga terbentuknya kebebasan rakyat, kedaulatan rakyat yang harus ditegakkan, dan pengawasan terhadap lembaga eksekutif yang dilakukan oleh lembaga wakil rakyat (DPR). Sebagai pengganti Presiden Soeharto, Presiden Habibie mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kegagalan pada masa Orde Baru. Langkah yang diambil yaitu mempersiapkan pemilihan umum (pemilu) dan melakukan beberapa langkah penting dalam demokratisasi yaitu menyusun berbagai UU. Diantaranya adalah UU Partai Politik, UU Pemilu, UU Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD. Undang-undang politik pada masa ini jauh lebih demokratis dibandingkan dengan UU politik pada masa sebelumnya. Pemilu yang diadakan pada tahun 1999 adalah pemilu paling demokratis yang bakan sampai diakui oleh dunia Internasional. Pada masa ini juga terjadi penghapusan Dwifungsi ABRI sehingga fungsi sosial-politik ABRI dihilangkan. Selain itu, pada masa ini proses demokratisasi lain yang dilakukan adalah  amandemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR hasil pemilu selama empat tahunthn 1999-2002. Langkah demokratisasi selanjutnya yaitu pemilu yang dilaksanakan untuk memilih kepala daerah secara langsung (pilkada).

2.      Peran Amandemen Undang-Undang Dasar 1945 dan penerapan sistem pemilu yang baru menjadi tonggak yang penting dalam sejarah politik Indonesia modern karena pada saat itu presiden dan wakil presiden yang terpilih telah didahului  oleh terpilihnya DPR, DPD, dan DPRD yang mana hal ini merupakan pertanda bahwa demokratisasi lembaga politik telah tuntas. Amandemen juga menghasilkan pemerintah yang lebih demokratis yaitu semua anggota DPR dipilih melalui pemilihan umum atau pemilu, pengawasan terhadap presiden lebih diperketat, dan hak asasi manusia mendapatkan jaminan yang semakin kuat. Pengubahan Undang Undang Dasar 1945 juga memperkenalkan pemilihan umum untuk memilih presiden dan wakilnya secara langsung. Pemilihan pilpres dilaksanakan pertama kali tahun 2004 setelah pemilu untuk lembaga legislatif. Oleh karena itu, amandemen yang dilakukan pada tahun 1999 yang telah dilaksanakan selama empat tahap dalam empat tahun itu berperan penting dalam sistem politik di Indonesia
C.     KESIMPULAN
Demokrasi di Indonesia yang telah diterapkan selama ini ada empat  yaitu : Demokrasi Parlementer (Liberal), Demokrasi Terpimpin, Demokrasi Pancasila (Orde Baru) dan Demokrasi Masa Reformasi sampai sekarang. Demokrasi masa Reformasi telah membawa perubahan besar bagi politik di Indonesia sebab masyarakat benar-benar berperan langsung dalam pemerintahan melalui wakil rakyat masing masing (DPRD). Dan beberapa perubahan yang dilakukan terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dapat menjadikan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Karena semua itu juga demi kedamaian hidup bernegara bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia.

D.    DAFTAR PUSTAKA
·   Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
·         http://iin.note.fisip.uns.ac.id/2014/11/04/perkembangan-sistem-demokrasi-di-indonesia/

Kamis, 10 Desember 2015

Apa itu KATALOG?

KATALOG
Katalog adalah suatu daftar yang terurut yang berisi informasi tertentu dari benda ataupun barang yang didaftar.
Metode penyusunan item yang berisi informasi atau keterangan tertentu dilakukan secara sistematis baik menurut abjad maupun urutan logika yang lain.
Tujuan dari katalog itu sendiri yaitu :
1.      Memudahkan seseorang menemukan sebuah karya yang telah diketahui pengarang, judul, atau subjeknya.
2.      Memperlihatkan apa yang dimiliki perpustakaan melalui nama pengarang, subjek, dan jenis literaturnya.
3.      Membantu pemilihan sebuah karya.
Jenis daripada Katalogisasi itu sendiri ada 3, yaitu :
1.      Nama pengarang
2.      Judul
3.      Subjek
Kartu katalog biasanya dibuat dari kertas manila putih yang berukuran 12,5 x 7,5 cm. Satu katalog berisi satu uraian judul buku.
CLASSIFICATION
Merupakan suatu proses memilih dan mengelompokkan buku perpustkaan (sekolah) atau bahan pustaka lainnya atas dasar tertentu serta diletakkan secara bersama-sama di suatu tempat.
Penggunaan DDC (Dewey Decimal Classification)
000      Karya Umum
100      Filsafat
200      Agama
300      Ilmu-Ilmu Sosial
400      Bahasa
500      Ilmu-Ilmu Murni
600      Ilmu-Ilmu Terapan
700      Kesenian dan Olahraga
800      Kesusastraan
900      Sejarah dan Geografi
DDC ini pada tiap kelasnya dibagi menjadi 10 divisi, tiap divisi dibagi dalam 10 seksi, dan tiap seksi dibagi dalam subseksi, sub-sub seksi dan begitu seterusnya.
Divisi adalah penambahan kelas utama.

YUSEVA BARASWATI
D1815135
Perpustakaan A
Teknologi Informasi dan Komunikasi


Senin, 11 Mei 2015

D3 PERPUSTAKAAN ATAU S1 SASTRA DAERAH UNTUK SASTRA JAWA UNS YA???

Aku bener-bener bingung sekarang harus milih yang mana. Disaat aku seharusnya bangga mengalahkan ribuan orang disana, aku juga bingung harus gimana. Bukannya mau sombong, tapi bayangkan aja, aku bukan murid berprestasi di sekolah. Bahkan kalau boleh jujur aku ranking 22 di kelas dan ranking 122 pararel IPS. Tapi aku bingung aku bisa ketrima di UNS jalur PMDK D3 PERPUSTAKAAN dan jalur SNMPTN S1 SASTRA DAERAH untuk SASTRA JAWA. Rasanya itu percaya nggak percaya. Di sekolah, tiap ketemu guru pasti diselametin terus bilang "milih yang mana Yuseva?". Waktu ditanya gitu aku bingung harus jawab gimana. Tapi ada juga guru yang mandang sebelah mata jurusan yang aku ambil. Sempet sakit hati sih. Tapi gapapa.
Kemaren waktu aku konsul sama guru BK, beliau bilang prospek kerja kedua jurusan itu bagus. Nah lhoo.. jadi tambah bingung harus milih yg mana. Waktu aku bilang mau nyoba test SBMPTN, reaksi guruku langsung berubah dan ngomel-ngomel katanya aku kurang bersyukur. Dan bukannya aku nggak bersyukur, tp aku cmn pengen gapai cita-citaku masuk di jurusan manajemen di UNS. Itu jurusan idamanku dari dulu. Tapi kalau memang aku diberinya jalan yg ini, yaudah mulai sekarang aku udah ikhlas kok.
Tadi malem juga aku udah tanya-tanya sama om ku soal jurusan yang mau aku ambil. Dan jawabannya pun sama kayak kedua orang tuaku...........D3 PERPUSTAKAAN UNS.
Oke. cukup sekian kebingunganku. Itulah jawabanku. Good bye S1 Sastra Jawa.. Semoga aku tak menyesali keputusanku.

Sabtu, 19 Juli 2014

evAN



Ketika sahabatmu memiliki sahabat yang jauh lebih indah daripada dirimu sendiri
Apa yang akan kamu lakukan? Masih pantaskah kamu disebut “sahabat” lagi olehnya? Dan ketika Tuhan sudah menakdirkan bahwa bukan kamulah yang pantas menjadi sahabat dari sahabatmu. Bagaimana perasaanmu?

Selasa, 01 Juli 2014

BONEKA POM-POM

HAI..!!!  ada yang mau pesan boneka pom-pom? saya ada contoh nih dari internet..  bisa untuk souvenir/hadiah.. cocok juga buat gantungan kunci/hp..
Mau? silahkan pesan.. hubungi : fb "yuseva baraswati" atau twitter saya "yuseva baraswati"

Sabtu, 05 April 2014

UNTUKMU



 CINTAKU TAK TENTU ARAH

Cinta..
Nama yang indah untuk menggambarkan perasaanku pada mu..
Nama yang selalu melekat dihatiku..
Dahulu nama itu selalu ada dipikiranku..
Dan bahagianya diriku saat itu ketika kumengetahui dirimu mengukirnya untukku..
Ya..!  Hanya untukku seorang..
Tapi itu dulu..
Dulu sebelum aku dan kamu mengerti apa itu perpisahan..
Dan perpisahan itulah yang membuat kita sudah jauh Dari arti kata cinta..
Dahulu aku tak pernah membayangkan tentang semua yang akan terjadi saat ini..
            Saat aku menangis, kamulah yang selalu ada untukku
            Kamulah yang bisa membuat aku tersenyum bahagia
            Diam diam, aku menitipkan sedikit cintaku untukmu..
            Tapi itu semua hanya diam diam..
            Hanya kamu dan akulah yang tahu bagaimana perasaan kita masing masing..
            Aku menyayangimu..
Sungguh tak tahu apa aku sudah gila dengan rasaku sendiri..
Dan ketika aku ingin mencoba mengikat rasa itu..
Semua ternyata sudah terlambat..
Tak ada yang pernah tahu kalau semua akan menjadi seperti ini..
Kau sudah memilih seseorang untuk memiliki hatimu..
Entah seberapa banyak orang itu memiliki hatimu..
            Hatiku sepi seketika setelah kutahu tentang itu..
            Tak pernah kusangka dirimu bisa secepat itu menghapus diriku..
            Memang salahku..
            Semua memang salahku..
            Kumenyayangimu saat aku telah menjadi kekasih orang..
            Dan aku sendiripun tak pernah mengerti mengapa cinta itu datang kepadaku..
Sekarang aku sendiri..
Benar benar sendiri..
Tak ada yang bisa menemaniku saat ini..
Semua mulai meninggalkanku sedikit demi sedikit..
Termasuk engkau yang dulu selalu mengejarku..
            Terkadang aku diam..
            Rintik air mata mulai turun membasahi pipiku..
            Aku tak tahu apa yang sebenarnya aku tangisi..
            Dan itu aku lakukan saat aku benar benar teringat tentang dirimu..
            Dirimu yang dulu menyayangiku..
Putri sepi..
Itu panggilan yang pantas untukku saat ini..
            Kamu..
            Kamu dimana??
            Dimana dirimu yang dulu mencintaiku??
            Tak ingatkah kau kepadaku saat ini??
            Atau mungkin kau sudah benar benar melupakanku??
Ahhh…
Entahlah..
Terserah apa yang akan terjadi..
Aku hanya bisa mencoba tersenyum saat ini..
Aku sudah tak ingin memikirkan orang orang yang tak pernah mau lagi memikirkanku..
Aku muak..!
Aku muak dengan semua permainan cinta ini..
Cinta semu kah yang aku rasakan saat ini??
Entahlah…
Aku lelah dengan Cintaku yang Tak Tentu Arah..

YUSEVA  BARASWATI